Prosedur Pendirian CV

Prosedur Pendirian CV itu aturan atau dasar hukumnya ada di Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 17 tahun 2018 silahkan baca sendiri untuk detailnya ya.
Proses pendirian CV pendirinya minimal dua orang, satunya harus menjadi sekutu pasif dan satunya menjadi sekutu aktif. Satunya harus masukin modal menjabat sebagai komisaris dan satunya harus jadi pengurus menjabat sebagai Direktur.
berkas berkas yang diminta antara lain: FC KTP dan FC NPWP tetapi KTP asli dan NPWP asli harus diperlihatkan juga, jadi nanti Notaris akan mencocokkan apakah benar FC tsb sesuai aslinya.
Beberapa pertanyaan juga akan ditanyakan oleh notaris, dimana jawaban tsb akan dimasukkan ke dalam akta pendirian antara lain:
Nama CV nya maunya apa?
CV ini mau didirikan berapa lama?
Domisili CV ini akan dimana?
Kegiatan usahanya mau apa?
kalau sudah fix dan nama tersebut sudah disetujui oleh Menteri berarti nama tersebut bisa dipakai dan barulah dibuat akte pendirian.
Setelah selesai pengurusan domisili dan NPWP maka fotocopy dokumen tersebut dibawa ke notaris untuk diinput ke Sistim Administrasi Badan Usaha dan setelah beres maka akan dicetak Surat Keterangan terdaftar (SKT) berarti CV anda sudah terdaftar di SABU Online.
Setelah itu baru bisa daftar perizinan di sistim OSS karena OSS membutuhkan data dari sistim AHU online atau SABU online untuk mengambil data legalitas CV atau PT dalam menerbitkan NIB dan Izin Usaha.
Demikian tutorial pendirian CV pada video ini semoga bermanfaat dan membantu dalam pendirian CV anda.
Chapter
0:00 salam dan doa
0:45 Dasar hukum pembuatan CV
1:00 pendiri CV
1:28 Akta pendirian CV
3:45 beberapa pertanyaan dari notaris
7:15 pengecekan atas dokumen yang diserahkan

You May Also Like